Pentatonic Scale
Major Pentatonic Scale
Major Pentatonic
The major pentatonic is similar to the minor pentatonic: The intervals for a major pentatonic are 1 2 3 5 6 1. The C major scale includes C D E G A C. The difference between the major and minor scale is the minor scale has a flatten 3rd interval. The following is the most common generic box shape for the pentatonic major scale:
The major pentatonic sounds happier and are not used as extensively in rock and blues as the minor version of the scale. They sound good over major chords, and power chords. Sometimes the minor and major scales are used in the same song, with the major scale used for the chorus, and the minor for the verse.
There are no hard and fast rules when in comes to scales and soloing. It s a matter of style and personal choice, as long as it sounds good, go for it. But you will find that if you use these simple scale forms in conjunction with an appropriate chord progression this will sound good more often.
A chord progression based on the A minor chord will sound good with A minor pentatonic and a C major chord will sound good with C major scale. For information on chord progressions please go to the section at our web site on chord progressions.
Minor Pentatonic
Minor pentatonic scales are used extensively in modern and classic rock. A strong understanding of how pentatonic scales work, and can be used for soloing and creating riffs, is extremely important. They are also the easiest and generally the first scales most people learn.
I assume you know how to read basic TAB format for this lesson. If you have not been exposed to TAB then you should review our lesson on reading guitar TAB before moving on.
The Minor Pentatonic scale consists of the following intervals: 1 b3 4 5 b7 1. In the key of A the intervals would be the notes of A C D E G A. There are 5 scale shapes in box patterns for the pentatonic scales.
The 5 is the fifth fret and is the root note, thus the name of the key and scale is A, the intervals determines the type Minor or Major. This scale shape above is the most scale and is used in rock, blues and most styles of music. If you move this entire shape up to positions on the guitar and play the same shape you will have a B minor pentatonic. Likewise if you slide the entire shape down two potions you have a G minor pentatonic.
Practice this scale shape several times a day, moving it into different positions or keys, for variety. Many of rocks most famous licks are derived form this shape. If you are going to play guitar learning this one basic shape is mandatory
Pentatonic Scales
Major Pentatonic - Consists of the 1st – 2nd – 3rd – 5th – 6th notes of a major scale.
Minor Pentatonic - Consists of the same 5 notes of a major pentatonic scale but its tonic (first note of the scale} is 3 semitones below the tonic of the major pentatonic scale. For example, the C major pentatonic (C – D – E – G – A} has the same notes as the A minor pentatonic (A – C – D – E – G} but arranged differently. The first note or tonic of the A minor pentatonic scale (=A) is 3 semitones (half steps) lower than the first note of the C major pentatonic scale (=C). It uses the 1st – minor 3rd – 4th – 5th – minor 7th notes of a scale.
Mengenal tangga nada pentatonik/pentatonis (pentatonic scale)
Bila ada mendengarkan lagu yang berjudul "My Girl" dari the Temptations atau intro lagunya BIP yang berjudul "1001 Puisi"(bar/birama pertama) misalnya, maka anda sedang mendengarkan tangga nada pentatonik. Pentatonik berasal dari kata penta(5) dan tonic(nada). Pentatonic dibentuk dengan mengurangkan nada ke 4 dan ke 7 dari struktur oktaf 8 nada. Bila kita ambil C sebagai nada dasarnya, maka notnya akan menjadi C,D,E,G,A
Pentatonik banyak digunakan untuk musik modern maupun tradisional di berbagai negara di dunia ini. Dari Indonesia, tanah air kita sendiri: gamelan jawa misalnya, mempunyai tangga nada pentatonik, misalnya laras(tangga nada) slendro, polanya: 12356 disebut dengan ji, ro, lu, mo, nem berulang tiap lima nada, naik atau turun. Seperti pada tangga nada diatonis, pentatonis diklasifikasi dengan mayor dan minor juga. Akan kita bahas pada tulisan-tulisan saya selanjutnya, banyak sekali bahasan tentang itu besok.
Tangga Nada Pentatonis
Pentatonik berasal dari gabungan kata penta ( lima ) dan tonik ( nada ), sehingga pentatonik dapat diartikan sebagai tangganada yang terdiri dari lima nada. Dari tangga nada diatonik mayor ( c – d – e – f – g – a – b – c’ ) yang jumlahnya 7 nada, dapat diperoleh tangga nada pentatonik dengan mengurangi 2 nada, dalam hal ini terdapat dua macam tangga nada pentatonik : 1. c – d – e – g – a – c’ ( tanpa f dan b ) 2. c – e – f – g – b – c’ ( tanpa d dan a ) Tangga nada pentatonik pada umumnya digunakan pada musik tradisional ( China, Jepang ) termasuk di Indonesia pada musik gamelan ( Jawa ). Khusus pada Gamelan Jawa, dua macam tangga nada pentatonik tersebut dinamakan titi laras slendro dan titi laras pelog
susunan tangga nadanya sebagai berikut :
1) Oriental (China/Japan) … 1-2-3-5-6…
Dalam tangga nada China, nada 4(fa) dan nada 7(si) dihilangkan sehinnga membentuk struktur jarak 1-1-1½-1
2) Pelog (gamelan) … 1-3-4-5-7 …
Tangga nada pelog adalah tangga nada yang dipakai pada masyarakat jawa, yang menghilangkan nada 2(re) dan 6(la) dan membentuk struktur jarak 2-½-1-2 3) Slendro (gamelan) … 1-2-4-5-6…
Dalam slendro, nada yang dihilangkan adalah nada 3(mi) dan 7(si) sehingga membentuk struktur jarak 1-1½-1-1
Mengenal tangga nada diatonis -- intermediate
Tangga nada diatonis merupakan suatu hal fundamental dalam western music, mulai dari musik klasik hingga heavy metal memakai tangga nada diatonis. Tangga nada diatonis didefinisikan sebagai 7 buah not yang terdiri dari 5 buah not berjarak penuh (whole step) dan 2 buah not berjarak setengah (half step/semitone) sumber definisi: wikipedia
Bila W: Whole Step (jarak penuh) H: Half Step (jarak setengah) Maka pola tangga nada diatonis menjadi: W-W-H-W-W-W-H bila ditulis dengan solmisasi: do-re-mi-fa-sol-la-si-do dengan C sebagai tonic (nada dasar C=1) dan ditulis dengan not huruf, maka pola diatonis C mayor menjadi C D E F G A B C Pola ini berulang di tiap oktaf(deretan 8 buah not)
Tangga nada diatonis diklasifikasi pada mayor dan minor Piano adalah contoh alat musik yang menerapkan tangga nada diatonis. Pada Gitar, tangga nada diatonis tidak mudah dilihat seperti pada piano. Ini hanya bahasan sekilas masalah tangga nada diatonis, akan kita bahas lebih lanjut nanti
Teori Dasar Diatonis
Tangga nada diatonis biasa dikenal dengan : do re mi fa sol la si do.
Skala diatonik disusun oleh delapan not dalam satu inteval tertentu.
1. Diatonis Mayor
Tangga nada mayor dalam teori musik adalah tangga nada yang tersusun dari 8 not dalam 1 interval tertentu. Jarak antara not-not yang berurutan dalam tangga nada mayor (intervalnya) adalah : 1 – 1 – 1/2 – 1 – 1 – 1 – 1/2
Dalam tangga nada ,terdapat notasi ‘#’ (baca: kres) dan ‘b’ (baca :mol, maaf terpaksa memakai huruf b).
Tangga Nada Kres (‘#’) dalam Diatonis Mayor
Waktu saya menduduki bangku SLTP, Ibu Leidemina Siregar (guru seni musik saya), fungsi tanda kres adalah untuk menaikkan nada sebanyak setengah. 0# atau biasa disebut’ C = do’ (mayor mode), memiliki tangga nada: C – D- E – F -G – A – B – C.
Kemudian , terdapat juga 1# atau biasa disebut G = do. Kok bisa tau G=do? Untuk mencari tangga nada 1#, ambil nada ke-5 dari 0#, posisikan sebagai nada pertama (dari sini didapat G=do), kemudian pada nada ke-7 naikkan setengah nada (biasanya dengan menambahkan imbuhan “is” atau tanda ‘#’ dibelakangnya). Maka tangga nada 1# adalah: G – A – B – C – D – E – Fis – G
Untuk mencari tangga nada 2#, ambil nada ke-5 dari 1# dan posisikan pada nada pertama ( didapat D=do), lalu nada ke-7 naikkan setengah nada. Maka tangga nada 2# adalah: D=do ; D – E – Fis – G – A – B – Cis – D
Proses ini bisa dibilang berlangsung rekursif , dalam artian 3# harus mengambil dari 2# , 4# harus mengambil dari 3#, dan seterusnya.
Maka tangga Nada Kres dalam diatonis mayor:
0# ; C=do : C-D-E-F-G-A-B-C 1# ; G=do : G-A-B-C-D-E-Fis-G 2# ; D=do : D-E-Fis-G-A-B-Cis-D 3# ; A=do : A-B-Cis-D-E-Fis-Gis-A 4# ; E=do : E-Fis-Gis-A-B-Cis-Dis-E 5# ; B=do : B-Cis-Dis-E-Fis-Gis-Ais-B 6# ; Fis=do : Fis-Gis-Ais-B-Cis-Dis-Eis-Fis 7# ; Cis=do : Cis-Dis-Eis-Fis-Gis-Ais-Bis-Cis
Tangga Nada Mol (‘b’) dalam Diatonis Mayor
Tanda Mol berfungsi untuk menurunkan sebanyak setengah nada (ini juga kata-katanya Ibu Leidemina Siregar , ^_^ ,makasih ya Bu..). Dalam pencarian tangga nada mol , metode yang digunakan berbeda dengan mencari tangga nada kres.
Dalam tangga nada mol : 0b ; C=do : C – D – E – F -G – A – B – C
Untuk mencari 1b, ambil nada ke-4 dari 0b, kemudian nada ke-4 pada 1b diturunkan setengah. Maka tangga nadanya : 1b ; F=do :F – G – A – Bes - C – D – E – F
Untuk 2b,3b dan seterusnya dapat dicari dengan cara yang sama seperti cara diatas.
0b ; C=do : C-D-E-F-G-A-B-C 1b ; F=do : F-G-A-Bes-C-D-E-F 2b ; Bes=do : Bes-C-D-Es-F-G-A-Bes 3b ; Es=do : Es-F-G-Aes-Bes-C-D-Es 4b ; Aes=do : Aes-Bes-C-Des-Es-F-G-Aes 5b ; Des=do : Des-Es-F-Ges-Aes-Bes-C-Des 6b ; Ges=do : Ges-Aes-Bes-Ces-Des-Es-F-Ges 7b ; Ces=do : Ces-Des-Es-Fes-Ges-Aes-Bes-Ces
2. Diatonis minor
Yang membedakan nada Diatonis minor dan nada Diatonis Mayor adalah jarak not yang berurutan dalam satu tangga nada (interval).Interval pada tangga nada mayor berjarak: 1 – 1/2 – 1 – 1 – 1/2 – 1 – 1 Contoh, pada A=La (minor mode, menekankan pada nada minor) ; A-B-C-D-E-F-G-A. Jarak interval pada tangga nada tersebut sesuai dengan jarak interval diatas.



